Some Text

Assalamualaikum wr.wb :D
Showing posts with label My story. Show all posts
Showing posts with label My story. Show all posts

Tuesday, January 28, 2014

Mulai Nulis Lagi

Di awal tahun 2014 ini, alhamdulillah masih diberi kehidupan untuk mencoret coret kehidupan hitam di atas putih. Wah banyak yang berubah ya, mulai dari rencana, mimpi, target hidup ke depan yang tanpa disadari saat ini adalah saya masih banyak perlu belajar dan kekurangan materi referensi. Pan bangun pan, jangan sampai ketinggalan start lagi, jangan terlena keadaan, mulai nulis lagi agar jadi bahan renungan dan mikir mau apa kedepannya. Yang sudah berlalu biarlah berlalu. Yuk semangat menggali inspirasi baru.

Tidak ada yang berubah, yang berubah hanyalah waktu, waktu itu bagaikan pedang. Kadang bisa dijadikan senjata untuk perlindungan kadang juga bisa dijadikan senjata untuk menebas diri sendiri. Pan nulis lagi pan, penggemar sudah menanti nih blog diary yang sudah lama non aktif, hehehe. Yang pasti akhir2 ini dapat tambahan motivasi dari beberapa buku yang saya baca. Semoga bisa bermanfaat, aamiin, aamiin.


Friday, October 4, 2013

Tidak ada yang Sia sia



Alhamdulillah akhirnya bisa menulis lagi setelah roda duniawi yang terus berputar tanpa henti ini bisa istirahat sejenak ( red kesibukan setelah mengerjakan tugas akhir dan tes sana sini ). Sebuah tulisan pasti tidak ada yang sia sia, diam diam dia mengandung pesan sang penulis untuk mencurahkan segala uneg uneg yang sudah menjamur di otak kanan dan kiri. Begitu juga tulisan ini, sebuah tulisan yang mengandung makna simple but powerful. 

Tidak ada yang sia sia, apapun yang kita lakukan kalo kita yakin, sekecil apapun itu, tidak ada yang sia sia. Mungkin bisa hasilnya kurang maksimal, yang penting kan kita ikhtiar, mengevaluasi terus apa yang kita kerjakan. Jadi inget kata seorang ulama, apakah niat saya yang salah dalam mengerjakan semua ini tidak dengan tujuan untuk ibadah ? Atau mungkin apa yang saya lakukan kurang keras usahanya ? masih banyak orang yang usahanya jauh lebih keras, atau saya yang masih kurang maksimal ? diri ini mulai terus bertanya tanya atas evaluasi diri agar jadi pribadi yang lebih baik, tidak menyerah pada keadaan, dan tidak galau akan kondisi yang dialami :p

Apapun hasilnya tetap berusaha, jangan menyerah, mulai fokus untuk hal hal yang menyangkut mengenai masa depan, masalah hati serahkan pada Allah, dia tahu yang terbaik. Semangat jangan pernah berhenti untuk berdoa dan berusaha pan !!

Friday, August 30, 2013

Jangan bermain kode

Ini adalah sebuah sajak
Yang ingin aku tuliskan agar aku ingat bahwa aku pernah membaca buku ini
Bukan sebagai seorang pria yang romantis atau melankolis
Atau seorang pria yang diam diam "curhat" akan perasaannya

Aku menulis ini karena sebuah kekaguman
Kekaguman atas ekpresi seni yang luar biasa
Bagi mereka mungkin itu biasa, bagi saya ini Mahakarya
Sebuah buku dari tulisan tua bapak Sapardi Djoko Damono

HUJAN BULAN JUNI

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak - jejak kakinya
yang ragu - ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

(1989)

AKU INGIN 

aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

(1989)

Kadang hanya paradigma yang membuat kita berbeda
Bermain kode dalam ketidakpastian dan tanda tanya
Berharap saling mengerti arti yang dijadikan sebuah harapan
Jangan bermain kode aku terlalu bodoh untuk mengartikannya

Tuesday, May 14, 2013

Jadwal yang mulai tak beraturan

Akupun tersenyum sejenak, menikmati alunan melodi yang mengiringiku menjemput pagi dini hari ini, akupun tersadar bahwa kehidupan ini bukanlah mimpi, bukanlah kehidupan yang dihabiskan dalam panjangnya durasi sinetron yang hanya 2 jam atau lebih. Tentang sebuah kehidupan yang kita tidak akan pernah tahu endingnya seperti apa. Sang waktu pun mulai diam, menjadi saksi bisu atas waktu yang digunakan para manusia dengan aktivitasnya masing masing. Akupun mengangguk pelan, yap, mulai menanyakan pada diriku sendiri, halo kakak, bagaimana kabar 24 jam mu ?

Kembali jemariku menari cepat diatas keyboard, rindu rasanya mengeluarkan sebuah uneg uneg tentang jadwal jadwal kehidupan yang mulai tak beraturan. Jadwal kehidupan yang selalu berputar. Hufft, akupun menghela nafas itu panjang panjang, mencoba bersifat bijaksana dan tenang dalam menganalisa roda roda kehidupan, akupun menemui sang Pencipta pada 2/3 malamnya. Memanjatkan doa dan mengeluarkan uneg uneg semoga dihindarkan dari perbuatan perbuatan yang mengakibatkan aku jauh dariNya. Memohon ampun atas banyaknya dosa selama lahir di dunia.

Terlintas dalam pikiran tentang sebuah management waktu. Management waktu, yap mungkin itulah salah satu dari solusi teori yang selalu dinasihatkan ketika anda mengalami jadwal kehidupan yang mulai tak beraturan, akupun mulai berpikir sejenak, menyadari apakah ada yang salah dari managemet waktuku. Permasalahan management waktu itu tidak pernah ada yang salah, yang ada hanyalah management diri, bagaimana diri ini menjadi paham dan mengerti maksud dari si otak, bagaimana diri ini menjadi sinkron dengan tantangan kehidupan yang kita jalani. Bagaimana kita mengatur diri kita sendiri. That's the simple point I get it from myself management. Kita mungkin bisa terlihat hebat dengan mengatur orang lain, tapi bagaimana dengan kita mengatur diri kita sendiri? Itulah yang sedang kita selami, sebuah perjalanan menyelami diri sendiri. Sebuah perjalanan untuk membangkitkan potensi diri dan menerima semua kelemahan dan ketidakberdayaan kita sebagai manusia biasa.

Jadwal yang mulai tak beraturan ya, yuk action daripada kebanyakan teori dan banyak mengeluh. Sudah saatnya kita berikan yang terbaik, smart working + hard working. Analisa mana yang harud didahulukan, biarkan hati dan otak berpikir, dia tahu mana yang terbaik. :)




Sunday, April 14, 2013

Semakin ga ngerti ( harusnya ) semakin banyak belajar

Alhamdulillah selalu diawali rasa syukur masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk hidup dan menghirup udara yang "gratis" ini untuk terus berbagi kebaikan dan bermanfaat untuk orang lain. Masih dan masih diberi kenikmatan dunia yang ( harusnya ) membuat saya selalu bersyukur atas semua rencana NYA yang terbaik untuk hamba yang selalu meminta dan berdoa. Bukankah selalu tertuang dalam ikhlasnya hati bahwa  Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?). 

Menjalani hari hari di negeri orang, membuat saya kembali diuji bahwa Allah tidak pernah salah memilih hambaNya  dalam memberi amanah untuk mencari ilmu, meyakinkan diri untuk tetap istiqomah di jalanNya, kembali berpikir bahwa everything happens for a reason. Semakin ga ngerti semakin banyak belajar, itulah yang seharusnya saya lakukan, banyak sekali hal hal yang belum saya ketahui dan menyadari bahwa apa yang saya pelajari selama ini ternyata kurang maksimal dan hanya fokus pada orientasi nilai dan hanya mengejar target lulus dalam suatu pelajaran bukannya menyadari hakikat dari ilmu tersebut :D

Penyesalan selalu datang belakangan, right ? Tapi bukanlah sikap yang bijak apabila kita selalu menyalahkan keadaan, bukan kedewasaan sikap apabila kita hanya mengeluh dan tidak mau menerima apa yang telah kita lakukan sebelumnya, kita cuma perlu mengevaluasi diri kita lebih jauh, terus belajar dan memperbaiki diri. Minta kemudahan sama Allah, bukankah Allah selalu bersama kita ? Minta dikuatkan minta diberi punggung yang kuat untuk memikul beratnya beban kehidupan yang akan terus bertambah seiring dengan bertambahnya usia.

Semakin ga ngerti ( harusnya ) semakin banyak belajar, ya kalimat ini lah yang membuat kita akan terus maju, bukannya menyerah pada keadaan, tapi berjuang untuk suatu keadaan, kalo ga tahu tanya, bukankah sifat dasar manusia untuk selalu ingin tahu ? Kepo atau ingin mengerti kehidupan orang lain merupakan salah satu sifat manusia yang ingin tahu bukan ? Sifat ini adalah suatu basic knowledge yang harus kita kembangkan ke arah sifat ingin tahu yang lebih positif, seperti yang saya ungkapkan tadi semakin ga ngerti harusnya semakin banyak belajar, semakin banyak belajar maka kita akan semakin bijaksana.

Hidup penuh tantangan dan perjuangan, berikan usaha terbaik untuk hasil maksimal, kerja keras adalah energi kita, semakin ga ngerti semakin banyak belajar, sertakan Allah bersama kita, Allah pasti dan selalu memberikan kemudahan bagi hambaNya yang mau berdoa dan berusaha, bismillah yuk awali dan mulai perubahan diri dengan sesuatu yang lebih positif, insya allah berkah, bismillah :)

Tuesday, December 18, 2012

Uneg Uneg hari ini



Tak ada yang disembunyikan, tak tahu mengapa saya ingin menulis semua uneg uneg yang ada di hati, seperti dulu kala, biar semua keluar dan tak kembali menjadi beban pikiran yang memenuhi otak kanan dan kiri. Jari jariku mulai menari di atas laptop, seperti getaran elektron yang tiba tiba mengalir dalam syaraf untuk menuangkan beban beban pikiran ke dalam tulisan. Suara demi suara pun terdengar lirih ditemani senyum diriku di ujung sana.

Hai, apa kabar dirimu ? akupun seolah terdiam menyapa diriku sendiri, diriku yang diam, kosong, dan bergerak menulis tanpa sadar apa yang sudah diperintah oleh otak. Akupun hanya tertunduk menjadi saksi bisu melihat tanganku bergerak dengan cepatnya mengetik kalimat demi kalimat yang harus dikeluarkan agar tak memenuhi kepala. Ya bagaimana kabarku hari ini, kabar imanku, kabar tanggung jawabku, dan kabar jasmani dan rohaniku. Baikkah dirimu ?

Ditemani hujan rintik rintik, akupun mulai “curhat” ke media elektronik, sebuah media blog yang tersimpan utuh sampai aku tua kelak, bahwa imanku terguncang akhir akhir ini, diriku merasa tidak seperti biasanya, kurang ikhlas dalam menerima sesuatu, kurang semangat dalam beraktivitas, kurang tenang dalam setiap pengambilan keputusan.

Akupun terdiam sejenak, mengevaluasi dan mengingat setiap kejadian yang aku lakukan. Satu demi satu masalah pun terurai, tercerna, dan ada hikmah di setiap roda waktu yang aku tempuh. Aku butuh waktu untuk menyelesaikan masalahku, butuh hari dimana aku sangat produktif mengerjakan segala sesuatu, hari dimana aku tersenyum mengingat kejadian kejadian memalukan yang aku lakukan. Evaluasi evaluasi evaluasi bos, tiba tiba kalimat itu muncul dalam hatiku. Yap aku harus evaluasi, setiap ada masalah yang melanda diriku, aku pasti merasa ada yang aneh dalam diriku.  Ketika aku rusak memang sepantasnyalah aku kembali ke Sang Pencipta yang menciptakan diriku ini apa adanya. Tapi kalo aku ga pernah menemui Sang Pencipta berarti aku membiarkan diriku ini rusak secara perlahan.

Aku pun mengangguk pelan, diriku perlu perubahan, akupun kembali menemukan semangat setelah nonton Film 5 cm, sebuah karya tentang persahabatan, cinta, dan tekad dan percaya akan mimpi mimpi yang akan kita wujudkan bersama. Aku harus berubah ke arah yang lebih baik, harus segera melangkah untuk lompatan yang lebih hebat yang dinamakan perubahan diri, seperti dikutip dalam film 5 cm, Dan setelah itu yang kamu perlu cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, dan hati yang akan bekeja lebih keras dari biasanya, serta mulut yang selalu berdoa. Aku pasti bisa, aku pasti bisa berbuat lebih untuk perubahan diriku sendiri dan orang lain, bisa lebih bermanfaat bagi orang lain, mengurangi hal yang sia sia, dan lebih sayang dan bertanggung jawab pada diriku sendiri, perubahan itu pasti ada. Tuhan tahu tapi menunggu. Bismillah, aamiin.

Monday, November 26, 2012

Lahan Parkir yang Mulai Kehilangan Rohnya




Tulisan hitam diatas putih “DILARANG PARKIR DISINI” terpampang jelas sebagai kalimat perintah rambu rambu peringatan yang dibuat satpam ITB agar tidak memarkirkan kendaraan di tempat tersebut. Tulisan itu bahkan tidak digubris dan hanya sebagai angin lalu oleh pemilik kendaraan yang “sengaja” memarkirkan kendaraannya. Susunan parkir kendaraan bermotor pun kelihatan tidak rapi, tak terlihat petugas parkir yang bertanggung jawab melihat keadaan tersebut. Apakah kampus ITB mulai kekurangan lahan parkir sehingga lahan yang dilarang pun “terpaksa” dijadikan lahan parkir bagi para mahasiswa yang “kebingungan” mencari lahan parkir yang kosong. Padahal kampus ITB punya 3 lahan parkir yang disediakan untuk parkir mahasiswanya, yaitu Parkir Sipil, Parkir Gerbang Belakang, dan Parkir Seni Rupa yang kapasitasnya pun cukup besar untuk lahan parkir umum.

Lahan parkir kita mulai kehilangan roh untuk saling menghargai kendaraan yang diparkir satu sama lain, semuanya asal parkir, tidak peduli kendaraan yang berada di kanan dan kiri, tak peduli kendaraan mana yang datang duluan, setiap ada celah, geser kanan, geser kiri, parkirkan kendaraan seadanya, yang penting masuk, semuanya pengen jadi bos, tak ada yang mau mengalah, apalagi membetulkan posisi parkir kendaraan orang lain. Lahan parkir ini hanya menjadi saksi bisu keberhasilan mahasiswa yang datang dan pergi menitipkan sepeda motor untuk menuntut ilmu. Seorang mahasiswa yang melakukan tugas mulia untuk mengabdi kepada bangsa dan negara.  Dulu lahan parkir ini sangat sepi,sepi sekali, sekarang lahan parkir ini sudah tidak muat lagi menampung semua kendaraan para mahasiswa yang datang dan pergi. Bahkan ia  tidak tega menolak kendaraan yang menunggu antri diluar.

Ketika kita kita kehilangan rohnya, mungkin kita juga kehilangan penjaga rohnya si baju orange. Siapa yang tidak kenal baju berwarna orange dengan peluit merdu bernadakan , “Yak Kanan Bos, kiri dikit, Stop Bos.” Suara itu pun sudah tidak asing lagi kita dengar di setiap pagi ketika kita memarkirkan sepeda motor untuk kuliah, suara itupun juga dapat kita dengar ketika kita membeli makan di warung pecel lele Simpang Dago, Bandung.

Baju berwarna orange itu adalah pakaian dinas kebanggan sebagai tukang parkir. Ditemani dengan tas mini di depan perut untuk kantong uang, tukang parkir pun siap siaga menjaga keamanan kendaraan kita. Sudah jarang pakaian identitas itu kita temui sekarang  di kota kota besar, mayoritas sekarang parkir sudah menggunakan sistem SIS. Parkir sekarang sudah modern, parkir tradisional sudah tidak jaman dengan keadaan sekarang. Sekarang sudah jamannya tehknologi. Tinggal pencet tombol, maka keluar secarik kertas sebagai bukti masuknya kendaraan yang parkir.

Sistem parkir pun sudah berubah. Seiring dengan kemajuan zaman, sistem parkir yang berbasiskan manusia diganti dengan kecanggihan tehknologi. Sekarang parkir sudah tak pandang bulu, tak ada yang namanya parkir gratis. Mesin tidak peduli pengendara memiliki uang atau tidak, mau tua, mau miskin, pelajar atau para dosen pun dilayani tanpa pandang bulu. Peraturannya ketika tombol tiket ditekan, maka pengendara yang parkir pun minimal harus membayar Rp 1.000,00 untuk sepeda motor dan Rp 2.000,00 untuk mobil walaupun cuma 5 menit saja parkirmya.

 Parkir pun semakin mahal, harganya sekarang dipatok setiap kendaraan dihitung per jam. Dulu parkir kendaraan pun bebas, dimanapun parkir sepeda motor ya Rp 1000,00. Mau setengah hari, 24 jam, bahkan kendaraan sampai menginap 2 hari 2 malam  pun biayanya sama, cuma Rp 1000,00. Sekarang parkir punya tarif sendiri – sendiri di setiap tempat, tempat parkir yang satu dengan yang lainnya bisa saja harganya berbeda beda tergantung tingkat keramaiannya. Setiap mall beda tarif parkirnya, tidak ada keseragaman parkir yang dibuat standarisasi untuk setiap daerah. Kadang kadang parkir pun dikuasai sekelompok orang untuk kepentingan tertentu.  Bahkan harganya bisa berkali kali lipat dari harga normal, seperti yang terjadi ketika PRJ ( Pekan Raya Jakarta ), untuk mobil bisa mencapai Rp 15.000,00 dan sepeda motor mencapai Rp 8.000,00 sesuai dikutip panitia event Jakarta Fair 2012.

Lahan parkir pun mulai membisu, tak protes, dan pasrah mendapati lahannya berantakan ditempati motor yang parkir asal – asalan karena sempitnya lahan parkir. Lahan parkir mulai kehilangan ruhnya yang mulai sempit karena banyaknya kendaraan yang tidak diimbangi dengan pertambahan luasnya lahan parkir. Kendaraan sepeda motor pun juga pasrah ditinggal pemiliknya yang buru buru meninggalkannya. Ia hanya menunggu petugas parkir yang entah kapan datangnya untuk membenahi posisinya.

Parkir adalah suatu fasilitas masyarakat yang mungkin dianggap remeh tapi tanpa disadari manfaatnya sangat besar bagi masyarakat. Dapatkah anda membayangkan bahwa ketika kita memiliki kendaraan tetapi tidak ada lahan parkirnya ? Apa yang akan terjadi ? Macet ? Kendaraan mobilisasi tiap waktu ? Tidak ada tempat “peristirahatan” sementara kendaraan yang bisa kita gunakan apabila kita ingin menempuh tempat yang kita tuju dengan berjalan kaki. Lahan parkir jangan terus diadakan, bahkan ditambah luasnya, itu hanya menambah fasilitas bagi kendaraan untuk bertambah juga jumlahnya. Sudah saatnya kita sebagai mahasiswa, sebagai agen perubahan masyarakat menyadari untuk mengurangi penggunaan jumlah kendaraan yang jaraknya relatif dekat. Memberdayakan transportasi umum yang layak, melakukan kampanye tentang lahan parkir yang mulai menipis. Melakukan sosialisasi peduli lingkungan. Banyak yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan lahan parkir kita. Mulai dari diri kita sendiri dan saat ini yuk kita berdayakan untuk mengurangi kendaraan bermotor ke kampus. ^^ (apw)

Sunday, November 11, 2012

BISMA INDOFOOD LEADERSHIP CAMP IV on ACTION in SMA BINA SISWA, RIAU



Mendidik adalah kewajiban setiap orang terdidik, kalimat ini mungkin sudah tidak asing lagi didengar oleh kita semua, kewajiban menuntut ilmu setinggi langit merupakan impian seorang terdidik untuk mendidik orang lain menuju kehidupan yang lebih baik. Sesuai dengan cita cita Negara Indonesia yang terjabar dalam alinea IV Pembukaan UUD 1945, yaitu Mencerdaskan Kehidupan Bangsa. Suatu harapan dan mimpi para pendahulu untuk mencerdaskan bangsa ini dari segala macam bentuk penjajahan. Untuk itulah Indofood membekali para mahasiswa dengan acara Pelatihan Indofood Leadership Camp, turun ke lapangan sebagai kontribusi nyata memahami permasalahan pendidikan yang ada.

Dibekali kepemimpinan, profesionalisme, kemandirian, dan sikap pantang menyerah, 41 siswa dari 11 Universitas di seluruh Indonesia tergabung dalam Beasiswa Indofood Sukses Makmur yang bekerjasama dengan Karya Salemba Empat ( KSE ) mendapatkan beasiswa Indoofood Leadership Camp IV batch 4 di Kayangan Estate, Riau. ITB, UI, UGM, ITS, UNPAD, IPB, UNAND, USU, UDAYANA, UNDIP, dan UNSRAT berkontribusi menjadi satu untuk Indonesia yang lebih baik. Perjalanan Leadership ini tidaklah mudah, mereka adalah calon calon leader yang telah lolos seleksi dari camp camp sebelumnya yaitu batch 1 & 2  yang dilaksanakan di Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah dan batch 3 yang dilaksanakan di Bandung, Jawa Barat.

Pada tanggal 18 Oktober 2012, 41 mahasiswa yang tergabung menjadi satu dalam Bisma Indofood Leadership Camp Batch 4, melakukan kontribusi nyata ke SMA Bina Siswa, Kayangan Estate, Riau kelas 1, 2, 3 untuk berbagi inspirasi dan motivasi menuju kehidupan yang lebih baik. Acara yang dimulai pukul 09.00 – 12.00 WIB berlangsung seru dan interaktif. Disambut ramah oleh Kepala Sekolah SMA Bina Siswa, siswa siswi pun tak kalah antusias menyambut kedatangan para leader masa depan ini.

Acara pun berlangsung seru, materi yang diberikan pun berbeda beda, untuk kelas 1 atau kelas X dan kelas XI, materi yang dibagikan adalah tentang mengejar mimpi untuk berprestasi, motivasi sekolah, kesehatan reproduksi, games interaktif, dan pengetahuan tentang miksroskop. Sedangkan materi untuk anak kelas XII adalah materi untuk melanjutkan kuliah dan bagaimana rasanya menjadi mahasiswa, persiapan ujian nasional, dan motivasi untuk berprestasi.

Untuk kelas X dan XI ditekankan untuk mempelajari mikroskop dan kesehatan reproduksi. Maklum, di daerah ini mikroskop adalah alat yang bisa dibilang langka. Bahkan untuk sekelas Sekolah Menengah Atas, jumlah mikroskop yang dipunyai SMA ini hanya berjumlah 20 alat. Sedangkan untuk kesehatan reproduksi sendiri ditekankan agar para siswa siswi hati hati dalam bergaul terutama pergaulan bebas. Tahun kemaren menurut mas Effendi salah satu pemerhati pendidikan di daerah Kayangan Estate ini 4 pasangan mengundurkan diri dari sekolah karena hamil diluar nikah.

 Daerah kayangan Estate adalah suatu daerah perkebunan kelapa sawit yang jauh dari kota, proses belajar mengajar pun masih secara tradisional. Pengetahun komputer dan mikroskop sangat minim disini. Keterbatasan fasilitas dan sarana belajar mengajar mempengaruhi kegiatan belajar mengajar mereka. Bahkan menurut Kepala Sekolah SMA Bina Siswa, beberapa siswa mereka banyak yang tidak melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi, yaitu kuliah. Untuk itu para leader BISMA ini dituntut kontribusinya dalam pengabdian masyarakat, terutama mengatasi masalah “kegalauan” para remaja dalam proses belajar mengajar. Untuk sharing dan developing para siswa siswi SMA Bina Siswa agar lebih bersemangat dalam menjalani kehidupan.

Para mahasiswa yang tergabung disini terdiri dari berbagai macam jurusan keilmuan, sebut saja Martinus, Kedokteran Hewan UGM, 2008, yang bekerjasama dengan Neneng, Ilmu Keluarga IPB, 2008, dan Yunus, Teknik Mesin ITB, 2010. Mereka bertiga mengajar kelas XI IPS. Pertama mereka membuat games interaktif dengan membuat piramida dengan sedotan. Piramida yang menang adalah piramida yang susunannya paling tinggi. Acara pun berlangsung seru,  mereka diajarkan untuk saling bekerjasama dan saling memahami sifat satu sama lain. Kemudian setelah dilakukan games interaktif mereka disuruh mengutarakan mimpi mimpi mereka di masa datang. Ada yang ingin jadi ahli ekonomi, ada yang ingin jadi akuntan, jadi bupati dan lain lain. Yang ketiga mereka diberi renungan kehidupan, apa yang mereka lakukan sejak kecil hingga saat ini, dan untuk siapa mereka hidup. Di interaksi ini banyak sekali siswa atau siswi yang meneteskan air mata. Kemudian acara terakhir ditutup dengan penjelasan kesehatan reproduksi oleh Errick, Mahasiswa Kedokteran, USU ( Universitas Sumatera Utara ), 2009.

Di kelas 3 pun tak kalah serunya, dimotori oleh Rizky Maulaya, Ilmu Teknologi Pertanian, IPB 2008, siswa siswi kelas 3, disemangati akan peluang kuliah, apa yang didapatkan sebelum dan sesudah kuliah, kenapa harus kuliah, dan tips and trick menghadapi ujian nasional. Di akhir acara, seluruh leader BISMA berkesempatan untuk foto bareng dengan para guru SMA Bina Siswa. 

Keterbatasan suatu fasilitas kadang kadang mempengaruhi proses belajar mengajar suatu sekolah. Tapi keterbatasan itu tak mempengaruhi mimpi dan semangat anak muda yang merancang peradaban untuk kesejahteraan negeri ini. The winner never excuse. Suatu pengabdian yang tulus untuk ibu pertiwi dalam mencerdaskan kehidupan anak bangsa.

 Bisma Leadership Camp adalah suatu program terobosan baru yang terstruktur dan tersistemisasi dalam pelatihan kepemimpinan. Suatu kontribusi nyata untuk Indonesia yang lebih baik. Bukankah manusia itu diciptakan untuk saling memberi manfaat bagi orang lain ? Wahai para pemimpin ditunggu aksi selanjutnya wahai para mahasiswa. J (apw)