Some Text

Assalamualaikum wr.wb :D
Showing posts with label Lainnya. Show all posts
Showing posts with label Lainnya. Show all posts

Monday, January 26, 2015

Sosialisasi Kampanye Poster di Media Sosial untuk Pencerdasan Kegiatan Eksplorasi Sumber daya Alam



Oleh : Arif Pandu W



Siapa yang hari ini tidak memiliki media social ? facebook, twiter, Instagram, youtube, path, line dll.  Mayoritas warga Indonesia pasti memiliki media social untuk update kondisi terkini pribadi masing masing, numpang eksis, atau sekedar mencari popularitas semata. Nah, pasar media social yang besar sayangnya tidak diikuti dengan kampanye hal positif lainnya. Indonesia sebagai Negara dengan populasi penduduk terbanyak memiliki pengguna terbesar media social. Dikutip dari merdeka.com, Sesuai survei APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) tahun lalu (2013), 63 juta masyarakat Indonesia terhubung dengan Internet. Sebanyak 95 persen aktivitas populasi itu saat mengakses dunia maya adalah membuka media sosial. Data Global Web Index Survei turut menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara yang warganya tergila-gila dengan media sosial. Persentase aktivitas jejaring sosial Indonesia mencapai 79,72 persen, tertinggi di Asia.

Contoh simplenya adalah iklan LINE yang baru mengenai Ada Apa Dengan Cinta yang menggunakan platform media social agar semua orang tahu dan mengangkat popularitas perusahaan itu sendiri. Betapa hebatnya media social effect untuk kampanye suatu perubahan. Atau kampanye media social Jokowi Jusuf Kalla yang mampu menggerakkan rakyat Indonesia untuk memilih pemimpin baru untuk perubahan. Nah dari sini kita bisa liat apakah rakyat kita tahu kalo terjadi eskploitasi besar besaran sumber daya alam tanpa ada orang yang blow up berita tersebut ke media massa ? Apa semua orang tercerdaskan mengenai teori pencemaran lingkungan yang begitu banyak ? Apa orang mau menyempatkan diri untuk membaca berita yang panjang satu makalah untuk mengetahui tentang dampak pencemaran lingkungan mengenai ekplorasi besar besaran sumber daya alam ?

Sebagai mahasiswa kita harus cermat dalam mengalami perubahan, untuk berubah kita harus mengikuti keinginan pasar tanpa mengabaikan nilai nilai yang masih bisa dipertahankan di jaman dahulu sebagai kearifan lokal. Apa yang bisa kita lakukan sebagai mahasiswa yang bisa memberikan kontribusi dengan usaha yang minim tapi berimpact besar ? Apakah kita harus demo ke perusahaan yang mencemari lingkungan ? atau kita harus mengawal undang undang mengenai Izin usaha pertambangan atau izin ekplorasi ? Mahasiswa memang superior dalam berteori tapi harus realistis dengan kehidupan kemahasiswaan, biarlah rakyat yang menghakimi perusahaan yang melakukan pencemaran lingkungan dengan klik and share. Sehingga membuat pihak yang berwenang jengah dan “terpaksa” harus mengusut tuntas kasus perusahaan yang bermasalah mengenai ekplorasi yang merusak sumber daya alam.

Sebenermya jika kita telaah lebih jauh, pemerintah dalam konteks otonomi daerah, memberikan kewenangan pemberian Ijin Usaha Pertambangan (IUP) dapat dikeluarkan oleh Pemda Kabupaten/Kota. Artinya, apabila dalam pemberian IUP tersebut tidak memasukkan kelayakan lingkungan secara konsep kelayakan lingkungan satu kabupaten dengan kabupaten tetangganya, maka sudah dapat dipastikan bahwa bencana lingkungan hanya tinggal menunggu waktu saja.  Inilah yang akan kita kawal dengan kampanye poster ke media social . Sosialisasi dokumen AMDAL atau UKL/UPL. Sosialisasi kelengkapan study tambang sesuai dengan kaidah – kaidah ilmiah ilmu geologi dan tambang dengan baik dan benar. Tujuannya apa ? agar masyarakat tahu dan tercerdaskan.  Hal ini yang perlu kita blow up ke media massa. Medianya melalui media social.

Kurangnya sosialisasi dan kampanye media social pasal 33 ayat (3) Undang - undang Dasar 1945 mengenai “Bumi dan air dan kekayaan yang  terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat” ke masyrakat membuat kita kurang aware dan peduli harta dan benda yang akan kita wariskan ke cucu kita nantinya. Sebenernya sudah ada kasus kasus lama mengenai  penambangan-penambangan di kawasan hutan lindung yang sampai saat ini mengalami kontroversi karena banyak investor yang sudah terlanjur menanamkan investasi mereka untuk penambangan sedangkan di Indonesia sendiri baru saja dikeluarkan UU No 41/1999 yang melarang adanya penambangan didaerah konservasi ( hutan lindung ).

Apakah kita tahu mengenai proses akhir dari aktivitas pertambangan yang terdiri dari reklamasi dan penutupan tambang (mining closure) ? Setiap perusahaan tambang wajib melakukan hal tersebut sebagaimana telah diatur oleh pemerintah (Peraturan Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral Nomor 18 tahun 2008).

Ada juga Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2010, Tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral Dan Batubara, dalam pasal 26 dijelaskan untuk memperoleh Ijin Usaha Pertambangan  (Eksplorasi) harus adanya pernyataan untuk mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.  Sedangkan untuk Ijin Usaha Pertambangan (Operasi Produksi) harus menyertakan pernyataan kesanggupan untuk mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup; dan adanya persetujuan dokumen lingkungan hidup sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Apakah dari kasus dan undang undang tersebut ada yang tahu ? Sosialisasi ini penting agar rakyat itu sadar betapa pentingnya menjaga sumber daya alam Jadi cukup jelas bahwa sudah ada peraturannya sosialisasinya yang belum jalan. Bagaimana kita mengawal ini ?

Teknisnya bagaimana ? Kita sebagai agent of change,  harus SMART ( Specific, Measurable, Achievable, Realistic, dan Time Bound ). kampanye poster dengan cara blow up permasalahan kasus kasus perusahaan yang bermasalah merusak sumber daya alam berdasarkan tahunnya. Biarkan rakyat dan pihak yang berwenang yang memvonis. Sosialisasi undang undang pencemaran lingkungan yang menarik dan tidak membosankan. Koordinasi antar kampus untuk saling KLIK and Share permasalahan daerah yang sedang naik daun untuk dikritisi dan dishare agar masyarakat itu aware akan lingkungan Indonesia. Saling koordinasi dan update berita kekinian dengan komunitas TRASHI (Transformasi Hijau) dan organisasi lingkungan di Jakarta seperti GEF, Yayasan KEHATI, Rimbawan Muda Indonesia, Jakarta Green Monster, River For Life, Biotiful Jakarta, Teens Go Green, Jakarta Birdwatcher’s Society, Kelompok Studi Ekologi Perairan Universitas Nasional, dan UKF Institut Pertanian Bogor. Harapannya apa ? kedepannya kita bisa menyelamatkan Indonesia dari kerusakan sumber daya Alam. Karena yang akan hidup bukan hanya kita, akan tetapi anak dan cucu kita nantinya. Save Indonesia for better life.

Referensi :
http://muda.kompasiana.com/2013/01/12/inilah-20-komunitas-gerakan-pemuda-inspiratif-di-indonesia-523631.html
http://www.merdeka.com/uang/di-5-media-sosial-ini-orang-indonesia-pengguna-terbesar-dunia.html
http://www.academia.edu/7302599/Laporan_Makalah_Eksplorasi_dan_Eksploitasi_-_Johan_Edwart
http://arwansoil.blogspot.com/2011/03/kerusakan-lahan-akibat-aktivitas.html
 

Wednesday, February 6, 2013

“ANDAIKAN SATU BG BERJAMAAH SUBUH”

oleh :
BRI ( Biro Rohani Islam ) Asrama Bumi Ganesha

Asrama Bumi Ganesha, sekitar pukul 4 subuh. Alarm handphone yang berbunyikan music hardrock mulai terdengar. Lima belas menit kemudian, terdengar suara alarm lain yang berbunyikan suara ayam berkokok, lagu indie, lagu jepang, ada pula yang menyuarakan adzan. Hampir bersamaan dengan itu, suara adzan subuh mulai terdengar. Si Budi terlihat mulai menuruni tangga, sekali – kali dia masuk ke beberapa unit yang dilewatinya untuk mengajak beberapa teman untuk berjamaah di masjid. Setelah ajakannya dia rasa cukup, selain dia takut ketinggalan takbir, akhirnya dia memutuskan untuk bersegera  ke masjid. Bersama 3 teman yang lain, tak banyak, dia akhirnya berangkat ke masjid. Tidak lupa pula dia menyapa beberapa petugas keamanan di depan RSG yang terus bersiaga sejak malam.
Sepulangnya dari masjid, masih saja dia mendengar bunyi alarm yang sedari pukul 4 tadi berbunyi. Dia hanya bergumam,  “mungkin sebentar lagi orangnya bangun dan mematikan alarmya.”
Pukul setengah 6 pagi, dia telah menyelesaikan bacaan Al-Qurannya dan bersiap – siap untuk kuliah. Di jam itu pun, alarm yang menyuarakan lantunan adzan yang merdu masih juga belum berhenti, masya Allah. Hingga akhirnya setelah mandi, dia tidak mendengar lagi berbagai suara alarm yang bersahut – sahutan tersebut, Luar Biasa! Kemanakah shalat subuh sang pemilik alarm tersebut? Adakah dia tahu bahwa banyak sekali kerugian yang menimpanya ketika shalat subuhnya terlewatkan?
Kita semua tentunya tahu bahwa di antara shalat lima waktu yang Allah fardhukan kepada kita, secara khusus shalat Subuh adalah yang tersulit untuk dilakukan. Dari sisi ketepatan waktu, berjamaah, persiapannya, dan tentunya kesiapan, shalat subuh seringkali tidak bisa dikerjakan secara maksimal. Bahkan, mungkin kita termasuk penulis juga tidak mengerjakannya. Bisa kita perhatikan betapa sepinya asrama ini begitu hening sepi di kala subuh, hanya terdengar suara alarm seperti yang diceritakan di atas. Padahal shalat ini, seperti disebutkan dalam banyak sabda Rasulullah SAW memiliki banyak sekali keutamaan dan keistimewaan.
Jika kita merasa hidup ini selalu gelap, sempit, membosankan, meresahkan jauh dari keceriaan, apakah bermain DotA, PES, nonton film, internet, dan kroni-kroninya sudah cukup untuk memberi obat? Ternyata tidak loh. Rasulullah SAW bersabda, “Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan di tengah kegelapan malam menuju masjid, bahwa mereka akan mendapatkan cahaya dari berbagai yang sempurna pada hari kiamat.” (H.R. Abu Daud dan Tirmidzi)
Dan jika kitaa merasa begitu sulit mencari rezeki, kemana-mana selalu gagal, jalan teraasa buntu, mari perbaikilah shalat Subuh kita. Karena shalat Subuh itu memberikan jaminan rezeki. Suatu ketika Rasulullah SAW kembali ke rumah seusai melaksanakan shalat subuh dan mendapati putrinya, Fatimah, sedang tidur. Kemudian beliau berkata kepada Fatimah, “hai Fatimah, bangun dan saksikan rezeki dari Rabbmu, karena Allah membagi-bagikan rezeki para hamba antara shalat subuh dan terbitnya matahari.” (HR. Al-Mundziri)
Keutamaan – keutamaan tersebut tentunya akan kita dapat dengan sempurna bila sgalat subuh kita laksanakan dengan sempurna pula. Jadi tunggu apa untuk segera memberikan perhatian khusu untuk menyempurnakan shalat subuh kita? Bukan hanya pada keutamaannya, tapi justru pada pelaksanaannya. Dan yang harus diketahui, hanya ORANG – ORANG KUAT yang mampu melaksanakan shalat subuh dengan sempurna.
Kerugian bersama Subuh yang terlewatkan
            Bila kita sudah membahas keutamaan – keutamaan dalam shalat subuh, baik kiranya kita juga mengetahui kerugiannya, bukan kerugian melaksanakannya, tapi justru kerugian meninggalkannya. Apa aja nih kerugiannya? Ini dia:
  1. Kehilangan perisai diri
  2. Hilangnya satu kesempatan menatap wajah Allah SW
  3. Tidak mendapatkan doa para malaikat
  4. Luput dari pahala yang berlipat ganda
  5. Hukuman – hukuman yang menunggu untuk ditimpakan
Jadi penghuni dan calon penghuni, masihkah kita akan melepaskan berjuta keuntungan dan justru memilih kerugian? Apabila kita sudah bisa melaksanakan ritual luar biasa ini, akankah kita akan membiarkan saudara – saudara kita di asrama ini yang masih menderita kerugian besar setiap harinya? Marilah bersegera untuk bangun bersama alarm – alarm yang kita hidupkan. Membaca doa bangun dari tidur, mengambil air wudhu, membangunkan penghuni dan capeng yang lain, lalu bersama – sama menuju masjid. Masya Allah, betapa sebuah pemandangan yang amat sangat indah untuk dipandang ketika keadaan ini terjadi di asrama tercinta ini. Semoga Allah meridhoi. :)  

Wednesday, December 12, 2012

15 MENIT MENULIS di MEDIA MASSA



Menulis di media massa  seperti surat kabar, majalah, tabloid, dan  lain lain bukanlah hal yang sulit. Bagi sebagian orang yang suka menulis, menulis di media massa sudah menjadi pekerjaan sehari hari. Hal ini dikarenakan bagi mereka yang suka menulis sudah menjadi kebiasaan dalam hidupnya. Sulit atau mudahnya menulis dalam media massa sebenarnya tergantung dari persepsi kita masing – masing.

Bagi mereka yang hobi menulis dan sangat bergantung pada pekerjaan ini bisa diibaratkan seperti ibu rumah tangga yang setiap hari memasak untuk keluarganya. Sedangkan bagi mereka yang tidak pernah menulis sama sekali, menuangkan ide atau gagasan ke dalam bentuk tulisan  ke media massa akan menjadi sulit, bahkan bisa jadi tidak menghasilkan apa apa, alias berhenti di tengah jalan atau stagnan. Pikiran negatif yang ada di dalam diri kita ikut mempengaruhi mood untuk menulis di media massa. Akan ada berbagai macam alasan untuk menunda pekerjaan tersebut. Apalagi jika sudah terserang rasa malas, ide cemerlang yang berada di otak pun hanya menjadi angin lalu dan hilang dalam sekejap.

 Ada 3 hal yang perlu dianalisis dalam  penjabaran utama menulis di media massa, yang  pertama berupa wawasan penulis yang luas, kemudian bagaimana isi dan muatan tulisan tersebut, sehingga bisa dikatakan layak untuk diterbitkan di media massa, dan yang terakhir adalah kontinuitas dalam penulisan. Jika ketiga point tersebut dilakukan maka menulis di media massa hanya membutuhkan waktu 15 menit.

Wawasan Penulis yang Luas
Wawasan yang luas perlu dibangun oleh seorang penulis, tidak mungkin seorang penulis membuat tulisan tanpa menggunakan referensi apapun. Jika wawasan penulis dangkal, isi tulisan pun minim dilirik oleh editor untuk diposting di media massa. Apalagi jika tulisan tersebut hanya copy paste dari tulisan orang lain, yang ada tulisan kita tidak pernah dimuat oleh editor malah bisa terkena kasus plagiat. Maunya untung malah jadi buntung.

Syarat minimal seorang penulis harus rajin membaca dan up to date mengikuti perkembangan berita saat ini. Misalnya berita yang ditulis hari ini bercerita tentang hubungan Syahrini yang putus dengan Anang Hermansyah, bagi para gossipers berita seperti ini ada 2 kemungkinan yang akan terjadi, yang pertama pembaca akan heboh dan bertanya tanya kenapa ada berita seperti ini, yang kedua berita ini adalah berita basi atau ketinggalan jaman, hal ini dikarenakan Anang Hermansyah sudah menikah dengan Arshanty beberapa bulan yang lalu.

Tulisan yang update bagi media massa adalah harga mati. Tulisan yang dikirim di media massa juga harus spesifik.  Jika jarang membaca, ide yang tertuang dalam gagasan akan mudah terlihat oleh editor bahwa idenya sok tahu,  tidak disertai dengan data yang jelas dan argumentnya asal asalan. Misalnya, untuk media massa seperti majalah TRUBUS, penulis perlu mengetahui dunia tumbuh tumbuhan lebih jauh, atau ketika akan menulis opini tentang kenaikan harga BBM, perlu ada analisis dan referensi kenapa harga BBM harus naik.

Isi atau Muatan Tulisan
Isi dan muatan tulisan di media massa harus dibuat semenarik mungkin dan up to date, disesuaikan dengan sasaran komunitas pembaca yang membaca jenis media massa,  mengandung pesan yang kuat, relevan dan mengundang keingintahuan pembaca. Menarik dalam konteks ini terletak pada judul yang membuat pembaca “tersihir” untuk membaca tulisan anda. Sasaran komunitas dalam konteks ini kita sesuaikan tulisan yang “laku” di komunitas tertentu. Misalnya kita ingin menulis tentang teknologi smartphone Android, tulisan tersebut akan laku masuk dalam kategori Majalah PULSA, Info Komputer, CHIP, dan lainnya. Tidak mungkin kita mengirim tulisan tersebut ke majalah NOVA atau TRUBUS, hasilnya akan sia sia, karena tidak sesuai konten dan cirri khas dari media massa tersebut.

Isi dari tulisan juga berlandaskan dengan isu isu tema yang relevan saat ini, ada pesan yang kuat yang ingin disampaikan penulis disertai data yang lengkap dan argument yang jelas untuk mendukung tulisan tersebut. Ikuti seminar dan jalin networking antar sesame penulis, cari tahu dan pelajari bagaimana isi dan tulisan mereka dapat dimuat di media massa.

Kontinuitas
Menulis butuh jam terbang, jangan harap dengan satu kali menulis, tulisan akan dimuat di media massa. Menulis itu butuh niat dan kemauan yang keras. Jangan pernah menyerah ketika tulisan yang dikirimkan selalu ditolak oleh redaktur. Logikanya, apabila kita selalu mengirimkan artikel ke media tersebut, maka redaktur pun akan hapal dengan nama penulis, dan suatu saat artikelnya akan diloloskan dan dicetak dalam media massa. Nama penulis akan akrab di mata redaktur, bahkan penulis tersebut akan dijadikan andalan untuk mengisi rubrik tertentu, Intinya adalah perlu ada jiwa pantang menyerah dan konsisten dalam menulis. Teori penulisan akan bertambah seiring dengan jam terbang yang kita miliki. Oleh karena itu, seiring dengan berjalannya waktu dan kebiasaan menulis, jangan takut untuk menulis, menulis di media massa hanya membutuhkan waktu 15 menit kok.